Minggu, 03 Maret 2019

ABG Labil

Haruskah aku mencari tahu tentang dirimu? Salahkah jika kulakukan itu? Mencari tahu tentangmu? Tapi untuk apa? Hati ini berkata, sekedar ingin mengetahuimu..  Lalu,  bagaimana seharusnya ku bersikap? Aku perlu penjelasan yang dapat menjawab semua pertanyaanku.  Ya, kini ku sedang membutuhkan saran. Tentang perasaan, begitu mudahnya hati ini luluh..  Baru ku sadari saat ini, mungkin saja aku memang sudah mengerti apa yang sedang terjadi namun ku menolak. Apakah kamu tahu? Iya, aku ini wanita. Wanita itu sangat mudah merasakan apa yang tengah terjadi pada perasaannya. Disisi lain aku sedang menunggu, ntahlah siapa yang ku tunggu. Kamu tahu? Sebenarnya aku tidak suka menunggu, maka dari itu aku mengelak, aku mencari aktivitas lain, aku akan melalukan apa yang ku sukai hingga aku melupakan aktivitas menungguku itu. Salah satu hal yang sering ku lakukan adalah berangkat ke kampus, ku rasa aku tidak pernah datang ke kelas setengah jam sebelum dimulainya pelajaran.  Yup. Begitulah diriku, aku habiskan waktuku untuk hal lain.
Kamu tau? Ku ceritakan dirimu pada sahabatku, jika akhir2 ini aku mengenalmu, dan mengetahui tentangmu. Itupun kamu yang bercerita padaku. Aku ini wanita, ntah cantik atau tidak, aku tetap wanita. Apakah kamu mengerti maksudku? Mahkota wanita itu rasa malunya.  Ya, mungkin kini aku sedang malu. Tetapi terkadang aku tak sadar jika rasa maluku bisa naik turun. Imanku belum kuat, aku masih harus banyak belajar. Kamu pasti lebih paham tentang ini.
Jika ku mencari tahu lebih tentangmu, apa itu baik untukku? Tentang perasaan, perasaan apa ini? Ah mungkin ini yg dinamakan bisikan-bisikan tersembunyi.. Agar aku terjerumus ke tempat yang lebih dalam? Aku sudah terjerumus,  namun aku tidak ingin melanjutkan ke tempat yang lebih dalam lagi. Sudah cukup aku mengenalnya, aku masih harus belajar dan berbakti kepada orang tua, menbantu keluarga itu sudah menjadi tugasku. Seharusnya aku fokus terhadap 3 poin itu. Maaf jika aku begini ataupun begitu, ya memang aku seperti ini. Terkadang aku juga tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi, dan tidak melihat dari sudut dirimu bahkan perasaanmu.. Mungkin kamu menginginkan hal yang lain terhadap diriku, namun ku tak pernah melakukannya. Ya,  sudah seharusnya seperti itu. Ku pikir itu lebih baik. Karna sebenarnya itu hanyalah hawa nafsu dan bisikan-bisikan tersembunyi. Apakah kamu memahami maksudku? Anggap saja kamu memahami perkataanku, sampai jumpa teman.

Meteora, june 30th, 2018
By.  Novita Dwi Puspita.

Belum bisa serius

Pergi berdua denganmu itu sama saja seperti aku sedang menunjukkan lemahnya imanku, i realize about it.. Kini aku tak ingin mengulanginya kembali.. Memang sejak SMA aku sering pergi berdua dengan teman pria, kurasa ku tak masalah.. Karena aku memang hanya menganggap mereka hanya teman biasa dan begutupun sebaliknya, jadi aku merasa enjoy dalam berteman dengan siapapun..
Sekarang aku sudah kuliah dan temanku juga semakin banyak, tapi semenjak aku masuk organisasi keislaman gitu alias kammi, aku bisa melihat kondisi antara perempuan dan laki-laki, mereka sangat terjaga.. Aku pikir aku tak pantas berada di organisasi itu, aku belum bisa seperti mereka.. Aku berteman dengan yang teman laki2 di kelas maupun di luar kelas, terkadang masih susah dalam menjaga jarak, ntahlah itu sulit.. Tetapi aku kagum dengan mereka yang senantiasa menjaga jarak dengan teman bukan mahramnya.. Walaupun aku belum bisa seperti mereka..
Kemudian ketika aku diajak pergi berdua ntahlah kemana, yang jelas hanya sekedar jalan-jalan dan mengobrol kurasa fine2 saja, no problem.. I think i often do that.. Ternyata pandangan orang berbeda dengan yang ku pikirkan, awalnya aku biasa saja karena ada yang peduli dengan sikapku tentang hal itu.. Tetapi, setelah sekian lama peringatan itu datang padaku aku baru tersadar akhir-akhir ini.. Bahwa ya itu tidak boleh, tetapi aku masih menolak ahh ini sulit sekali..
Hingga akhirnya seorang teman (pria)ku mengajakku bersepeda dan berbincang2 seperti biasanya, dan bahkan makan bersama ya tak masalah bagiku just play together.. Then, he asked me to marry, omg.. I not believe before, this's make me feel like ouwww.. I cannot describe about my feeling.. How should i behave?
So that nowadays, kita memang berteman tetapi kau mengajakku menikah? Aku jadi canggung berteman lagi denganmu, bahkan berbicara via mobile phone juga aku mulai canggung.. Ntahlah.. Aku jadi tidak bisa seperti biasanya..

Ridho Borneo Camp, July 29th, 2018.
Novita Dwi Puspita.

Surat untukmu

Dear my future husband,
What are you doing right now? I want to explain you about my feeling. Here, in too deep of my heart I am thinking about our future. Have you ready come to my home? I am still waiting for you. Doing something that makes us to be better person. Do not too much waste our time. I believe that you are having a big planning to prepare it. As long you effort, do not forget to your health.
Hi my future husband,
Do you know what I usually do? Every the third of the night, I get up to meet Allah. Actually, I ask Allah to be met with the man who always keep his views and meek to his parents. I do love the man who keep his self, I think that he can keep his self and his family I believe he also can keep myself. Can you become like my imagination? Hehe.. I am shy, therefore I want a man who is “shaleh” but I am still not yet a sholihah woman completely. Here, I am also improving myself, hoping you who will accompany me to Jannah together with our little family.
Memorizing Qur’an, then we can read Qur’an together, and listen to murottal with our little family soon. Simple and makes all activities only to Allah. Just it, which I can write this moment. However, I am still too much my expectation.
Dear my future husband,
Where are you now? Who are you? I am not a bit think of who you are, who will be a companion my life. I begin to wonder on myself. Are you? or Is he? I do not even know, never mind. I do believe that Allah will give, the man who always improve his self, he will give the woman who always improve herself too. We must too much learn about anything that we do not know, we will never know how our future will be better or not. Little do I learn about married, so that I will not shock in the future.
If we have been met, I will be more shy to read this it. But, I am sure definitely you will be own smiles when you are reading this love letter. See you, my future husband. I wait in the third night you.
With the love.
Your future wife.

Muslimah itu Bersih

Bersihkan Dirimu,  Muslimah
Kau itu indah, akan lebih indah tutuplah auratmu,
Kau itu cantik, akan lebih cantik perbaikilah akhlakmu,
Kau itu menawan, akan lebih menawan jagalah kebersihanmu,

Terkadang, aku malu melihat kaum hawa saat ini
Terlalu sibuk dengan menjaga image-nya, hingga lupa kewajibannya
Saudariku berakhlak itu penting, memenuhi kewajiban juga penting
Seimbangkanlah keduanya, karena itu termasuk kepribadianmu

Kemudian disisi lain, ku mendengar bisikan-bisikan orang lain
"oh ternyata muslimah begini, dibalik jubah dan jilbab besarnya jorok sekali"
Apakah ini yang disebut sebagai muslimah? Miris sekali ku mendengarnya,
akan adanya stereotipe baru yang menghiasi muslimah

Wahai kaum muslimah...
Akhlakmu adalah pancaran sinarmu, mahkotamu, bahkan kepribadianmu
Peliharalah dirimu, kau boleh berdakwah kemanapun dan kapanpun kau mau
Tapi ingatlah dengan dirimu, kau itu wanita jagalah kebersihanmu
Terkadang sibuk dengan bardakwah hingga lupa membersihkan diri

Jaga akhlakmu wahai kaum hawa
Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, bahkan pola hidup
Mengapa tidak kau petik ajaran Islam ini?
Bukankah Islam sangat indah dan menyenangkan?




Cikande

“Cikande”
Oleh Novita Dwi Puspita,
Puisi ini kupersembahkan untukmu, Mama.
Tempat ini sepi, tak seperti sedia kala
Yang tersisa hanya  rumah tua sejuta cerita
Tidak ada lagi cerita tentang kita
Kau pergi begitu saja tanpa bertegur sapa
Satu persatu pergi meninggalkanku
Aku kesepian, Mama...
Ketika aku sakit kau yang sangat mengkhawatirkanku
Ketika aku menagis kau yang pertama menghiburku
Ketika aku terjatuh kau menjadi penyemangatku
Ketika aku nakal kau pula yang menasehatiku
Ingin ku kembali pulang, menata kembali kisahku, tetapi nihil...
Mama, mengapa kau pergi secepat itu?
Kau belum melihatku bahwa aku bisa membanggakanmu
Maafkan aku, mama...
Kini hanya untaian doa yang dapat kusampaikan untukmu
Tak kuasa air mata ini membasahi pipiku
Walau kini aku tak lagi bisa berjumpa denganmu
Kau tetap di dalam lubuk hatiku yang terdalam, mama...
Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu
Kau segalanya, bahkan tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata

Sabtu, 02 Maret 2019

Perhiasan Dunia

Perhiasan Dunia
Oleh:
Novita Dwi Puspita, Mahasiswi Jurusan Sastra Inggris, IAIN Surakarta.

Pagi berseri menyapaku di serambi Masjid
Daun ini terjatuh tepat didepanku, seakan-akan sedang mengajakku berbicara
Ia menunjukkan kepadaku, lihatlah para muslimah di ujung sana
Terlihat indah dan menawan, lelaki mana yang tak akan terpikat?

Ah.. Ini adalah teguran keras bagiku, bagi kami seorang Muslimah
Hai kaum hawa, sesungguhnya seorang Muslimah itu bagaikan perhiasan cantik
Yang mana jika seseorang ingin memilikimu, tidak mudah begitu saja untuk didapatkan
Kau tahu Surga-Nya begitu luas, tidakkah kau ingin berada di dalamnya?

Kau itu indah saudariku, akan lebih indah tutuplah auratmu,
Kau itu cantik saudariku, akan lebih cantik perbaikilah akhlakmu,
Kau itu menawan saudariku, akan lebih menawan jagalah kebersihanmu,
Aku memang tak sempurna, tetapi kita satu jiwa, Ukh...

Persaudara seagama inilah yang mengikat kami.
Mari saling merangkul dan melangkahka kaki bersama,
Jika tak dimulai dari diri sendiri, lalu siapa lagi?
Sebelum waktu berlalu begitu saja


Mencari Ketenangan

Mencari Ketenangan
Oleh: Novita Dwi Puspita

Dengarlah lantunan ayat-ayat suci itu, nan menenangkan..
Tak ada kata yang lebih indah yang terucap, melainkan ayat-ayat-Mu
Ruangan nan sunyi, kini aku hanya duduk terpaku diatas karpet hijau
Menikmati alunan ayat suci Al-Qur’an, begitu menenangkan..
Tak terasa lantunan ini membuatku hingga terlelap mendengarnya,
Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya..

Hidup ini terlalu singkat untuk bercengkrama
Tak ada waktu untuk itu, waktu ini begitu berharga
Jika habis dengan hal yang sia-sia, sangat disayangkan sekali
Ingin ku ceritakan pada teman-temanku tentang ini
Ah sudahlah, jika ku bercerita ku tau aku akan sulit untuk menghentikannya
Karena aku senang sekali berbagi ceritaku..

Waktu terus berputar, semua ini atas kehendak-Nya
Sendiri, sunyi, bernostalgia, berfikir tentang kuasa-Nya
Indah, bagaimana kehidupan setelah ini? Ku tak tau itu
Aku pergi dulu...

3 hari gak kuliah

CAPACITY BUILDING
By. Novita Dwi Puspita
Alhamdulillah bisa ikutserta dan bisa pulang ke kos, dalam kegiatan Bidikmisi angkatan 2017. Seneng bisa kumpul dengan Bidikmisi angkatan 2017, ada suka duka-dukanya. Pokoknya dukanya ada banyak.. Pada kesempatan kali ini agenda Bidikmisi yaitu Capacity Building pada tanggal 27, 28 Februari, 1 Maret di Asrama TNI Angkatan Darat Bantir, Semarang, Jawa Tengah. Capek bingit, badan pegel-pegel, instrukturnya suaranya kenceng-kenceng suka bikin degdegan, banyak aturannya, tidurnya kemaleman, full activities, sampe panas dingin badan gue, rasanya pengen diurut ini semua badan, ngantuk berat, mungkin bagi sekian peserta ini sangat mengesankan tapi gua seneng juga si, tapi cuma pas bagian jalan-jalan mendaki di wisata alam Bantir Hills, etapi pegel juga naek turun ke tempat itu ada kali 10 kilometer, jauh bingitlah pokoknya. Sisanya kesiksa v: Eh gua ngantuk, besok dilanjutin lagi... dah...
Lentera Qur’an 2, 1/3/19
Hari pertama tuh mulai dari tanggal 27 Februari, pagi-pagi gua kuliah dulu ikut kelas 4B (Translation, Mrs. Ikke) sambil bawa-bawa tas gede, berat pokoknyalah naek turun tangga lt.3, kuliah sampe jam 08.40 baru deh abis itu gua auto jajan ya cuma beli roti cokelat, air mineral, creakers, freshcare, ama tisu si tapi kan pake duid v: terpaksa kepotong dah tabungan gua.. auto hemat bulan maret.. terus ke kos bibi, temen-temen gua pas masuk kelasnya Mrs. Ikke belum pada bawa barang-barang coba.. biarinlah gapenting juga.. pas dah jam 09.30 kumpul di depan Rektorat, terus biasalah foto-foto dulu sebelum otw, pas masuk bis lama bingit kaga jalan-jalan ini bisnya ampe jam 10.00 lewat ada kali.. yodah deh abis itu berangkat ke Semarang.. di daerah Bantir itulah pokoknya, sepanjang perjalanan gua liat ada  banyak pohon alpukat ama kelengkeng dah kea gada pemiliknya dianggurin tu buah-buahan... terus banyak tanaman sayur-sayuran, cabe, kubis, daun bawang, ya banyak bingit deh.. perjalanannya naik bis sekitar sejaman sampe di TNI AD. Pas dah sampe lokasi kan nyebrang tuh ya, sebelum masuk ke tempat TNI AD suruh baris 10 banjar, terus suruh jongkok, eh abis gitu suruh jalan jongkok ampe tiang di dalem TNI AD, lu banyangin gaes gua pake tas gede bawa jinjingan 2 tangan (jaket ama plastik yg isinya jajanan) ya biasa aja si.. gua dah menutup aurat gaes gak bingit suruh jalan jongkok :v abis gitu suruh baris tuh di depan tiang bendera di siang bolong gaes.. terus baru boleh berdiri pas dah nyampe tiang.. mana instrukturnya galak bikin degdegan suaranya kenceng-kenceng, gede bingit pokoknya suaranya kasar ;v ya gak pantes juga si klo TNI suaranya lembek.. yodah tuh ya abis itu suruh baris di lapangan depan tiang bedera, barang-barang bawaan taro di belakang dulu terus baris abis itu opening dulu cuma pengarahan tempat-tempat gitu abis itu bagi-bagi makan siang tapi gaboleh langsung di makan makanannya.. abis gitu simpen barang-barang ke barak, sholat dzuhur, terus persiapan makan.. pedahal gua dah laper belom sarapan eh udah deng tapi ama roti doang kaga kenyang.. makanannya tu enak tapi jadi gaenak.. coba aja nih bayangin makan ama fried chiken gede bingit, nasi, nugget, sayur, ada ager-agernya lagi, terus tempat penyajiannya juga ya lumayan mewah, tapi jadi gaenak gara-gara banyak aturan makannya -_- semuanya pada berbaris hadep-hadepan sambil bawa makanan ama minumannya terus disusun ampe rapi bingit, abis itu beberapa temen gua suruh ngecek itu makanan ama minumannya dah lurus apa belum, ampe disuruh tiarap ama bapak-bapak TNI nya buat ngecek lurus ato nggaknya abis gitu kan kga lurus2 tuh ya terus bapak-bapak TNI nya nyuruh ambil tali yang buat gantungan di jendela buat meluruskan tu makanan., aelah kelamaan jir.. lama... mana ada yang gak sama merk minumannya suruh diganti dulu lagi, kan makin lama gua mulai makannya, terus ya pas dah rapi segala ada gerakan mau makannya zzZ.. kedua tangan nepuk paha abis itu luruskan tangannya ke bawah terus berdoa, abis gitu bilang selamat makan badannya tuh kudu tegak bingit, terus temen sekitarnya tu suruh ngecek harus lurus dulu barisannya, lama.. abis gitu selesai doa ya gitu lagi tepuk paha masing-masing.. baru tuh suruh minum dulu baru makan.. itu makanan kudu dipangku abis itu diwaktuin makan juga kaga nikmat gua makannya, ampe gak kerasa kalo gua abis makan makanan enak, jadi kaga ada rasanya.. itu makanan kaga gua kunyah jir langsung gua telen.. abisnya bapak-bapak TNI nya teriak-teriak mulu suruh cepetan ama gak boleh kesisa 1 butir nasipun.. mana sebelah gua kaga abis lagi terus kata bapak-bapak TNI itu tanggung jawab temen sebelahnya.. haduh gak sanggup gua makan begitu, jadi kaga napsu gua makan.. mending gua makan di kos aja biarin dah ama gorengan doang tapi bisa dinikmatin.. lu bayangin dah makannya bentar doang kaga ada 5 menit kali geh tapi persiapannya ama penutupannya berjam-jam.. lamaaaa pokoknya.. abis gitu selesai makan juga ya sama aja gitu nepuk-nepuk paha, terus berdoa dan bilang terima kasih.. ya gitulah kelamaan.. mau makan aja waktunya ampe mau adzan ashar.. makannya si cuma bentar.. terus abis itu sholat ashar terus suruh pake celana trainning abis itu kumpul lagi ke aula.. lu bayangin ajadah gimana aulanya kaga ada keramiknya, kea rumah kosong gak keurus jir.. bedebu.. ya gitu tadi posisi gua makan disitu, suruh lesehan, kga ada tikernya v; kesian yang suruh tiarap..
Abis gitu upacara pembukaan di aula itu dan langsung pembagian kelompok. Disitu gua pake masker aja, abisnya bedebu, kotor, menimbulkan batuk-batuk itu.. ujung-ujungnya ya gua kena juga si kata TNInya ngapain kamu pake masker ya gua bilang aja jadi batuk.. akhirnya sepanjang kegiatan gua pake masker kecuali pas makan v: abis upacara langsung ke lapangan baris perkelompok dan PBB ampe maghrib terus bersih-bersih badan abis itu sholat maghrib.. oiya mana kamar mandi putri jauuuh bingit lagi dari barak putri melewati barak putra, aula-aula, kantin, terus jalannya turunan gitu pegel-pegel.. setelah selesai langsung persiapan makan, nanti kalo ada bunyi pluit 2x suruh bilang “persiapan” kalo bunyi sekali suruh bilang “kumpul” gitu kodenya. Sampe-sampe pas ada bunyi pluit 2x orang-orang sibuk persiapan pas keluar dari barak ternyata bukan intruksi buat anak-anak bidikmisi bung, tapi anak-anak SMP.. sayang sekali v: disana juga ada anak-anak SMP tapi beda asrama.. setelah itu baru persiapan makan malam, ini lebih lama lagi, ngantri pauanjaaaang bingit pokoknya.. ngantri satu-satu ambil piring dan gelas sendiri terus makanannya yang ngambilinnya cowok-cowok.. porsinya gede banget, gua masukin lagi aja nasinya, males gua makan banyak-banyak ntar kan diwaktuin.. yaudah ya seperti makan siang tadi aturan makanya, setelah itu sholat ashar dan ke aula lagi untuk materi.. ampe malem bingit pokoknya gua ngantuk, badan dah pegel-pegel, duduk materi lama banget pengen tidur rasanya.. gak tau jam gua hp pada dikumpulin, ya gua mah emang kaga bawa hp si emang jadwal pegang hp nya hari minggu :”v pas dah kelar materi dikasih snack terus baru boleh istirahat..
Hari kedua, bangun tidur sakit-sakit badan gua auto panas dingin.. yaudah gua demam, lu tau sendiri gimana tempat tidurnya TNI di kayu gitu gada alasnya gua cuma pake sarung ama jaket, dingin baget terus bangun tidur gua langsung mandi tuh subuh-subuh, abis itu sholat subuh, terus senam di lapagan.. ya seperti biasa  baris yang rapi terus mulai deh senam.. eh gerakan yang terakhir suruh tiarap, padahan gua dah mandi terus suruh push up abis gitu suruh telentang tuh ya kedua kaku diangkat keatas.. gatau apa bapaknya gua pake trainning rok celana.. bodolah gua kaga ikutan, abis senam suruh bersih-bersih.. yaiyalah orang-orang belom pada mandi, gua mah kerajinan emang.. abis gitu kumpul lagi tuh ya eh guakan nemenin temen gua ke toilet tu ya kan jauh bingit gataunya dah mulai, akhirnya gua telat ama temen gua abisnya di toilet ya kaga kedengeran suara peluitnya.. terus pas gua mau kumpul dari kejauhan gua liat ada yang telat juga di tempat kumpul itu, eh mereka suruh jalan jongkok, akhirnya gua lari ae balik lagi ke barak daripada suruh jalan jongkok, malu-maluin mana gua lagi panas dingin udahlah gua tidur aja tu di barak v: ehh terus dipanggil juga si suruh turun, terpaksa gua turun.. abis gitu di depan barisan cowok lagi, kan gua gak suka.. terus ditanyain ama bapak TNI nya katanya sakit apa.. abis gitu gua suruh bali badan eh bapak TNI nya mukulin punggung gua tuh ya, itu mah bikan mijet namanya tapi ngegebukin zzZ.. gatau apa orang bukan muhrim maen pegang-pegang aja.. abis gitu bapaknya bilang, sekarang gimana rasanya ya gua bilang aja sakit pak.. malah diketawain orang-orang.. abis gitu gua suruh duduk dipojokan, nontonin aja ceunah.. eh ama bapak TNI yang satunya gua diteriakin jir, itu ngapain duduk santai-santai, terus bilang aja lagi sakit abis gitu gua suruh balik ke barak.. yaudah auto tidur lagi wkwk.. ya mereka pada sarapan dan outbound sampe dzuhur baru balik ke barak masing-masing, laper juga gua belom sarapan ternyata terus abis dzuhur makan siang, gua males ngantri panjang banget, gak kuat berdiri lama nunggu 114 orang ambil makan.. oiya pas ngantri makan malem aja ampe gemeteran gua berdiri.. terus selesai makan juga kan cuci piring sendiri itu juga ngantrinya kebangetan gilaaaa.. yaudah gua abis sholat dzuhur ngaji ae  di barak eh keajaiban ada yang bawain makanan v: abis gitu yang main pada kumpul PBB terus gua makan abis itu gua ngaji lagi tu pegel gua tidur lama-lama.. tiba-tiba ada bapak TNI masuk barak putri, kan gua kaget ko boleh ya laki-laki masuk ke tempat putri akhirnya ya begitulah ditanyain pada sakit apa ini 5 orang di barak, temen-temen gua yang sakit pada tidur tu ya, kata bapaknya ini mah bukan sakit tapi pengen tidur ;v akhirnya ada yang jemput tuh temen-temen putri ke barak.. jadi yang sakit ber-5 ini suruh turun tuh gabung.. malu gua jadi bahan tontonan.. yaudah abis gitu duduk paling belakang, daripada nonton bosen gua, mending gua muroja’ah ampe PBBnya selesai.. setelah asharkan kumpul lagi, terus pas orang-orang pada kumpul gua baru selesai mandi terus mau solat ashar jir.. auto telat, yaudah gua nyusul tuh ya, bapaknya dah tau ini.. jadi gua boleh gabung, terus PBB lagi tapi di beda tempat (dibelakang kantin) perkelompok.. tapi kelompok cowok ama kelompok gua doang abis itu suruh jalan lagi baris yang rapi abis itu kelompok gua suruh baris di air yang mengalir, kea aer comberan tapi gak kotor butek.. eh bapak TNI nya bilang yang sakit angkat tangan, ya gua angkat tangan aja terus gua angkat tangan setinggi-tingginya abis itu gua memisahkan diri nontonin mereka.. itu air yang mengalirnyakan terbagi banyak gitu terus semuanya suruh baris di air itu, terus suruh duduk di air itu, kakinya diluruskan, abis gitu suruh tiarap, terus suruh telentang lama, kan ada yang halangan tu ya eh kata bapaknya ikutin aja.. ih jijay yah.. udah gitu berpasang-pasangan tuh ya maskeran pake tanah yang basah itu v: ampe maghrib kea gitu terus suruh bris lagi, ya gua munguti buku-nuku yang temen-temen gua bawa, kacamata, jam tangan.. terus yel-yel gua abis mungutin barang-barang gua ikut baris terus gua juga suruh pake masker v: yaudah tu di maskerin ama temen gua... abis itu cuma suruh ganti baju, wudhu sholat berjama’ah wallahu’alam itu  sah ato nggak, ya gua mikir aja kan tadi ada yang halangan ikutan juga duduk di air bareng.. yaudah gua sholat maghrib terus kumpul di aula yg kedua.. aula yang pertama itu namanya aula supratman kali geh yang kedua  aula diponegoro.. agak lupa gua namanya.. kumpul sambil bawa-bawa piring ama gelas terus piring ama gelasnya dikumpulin abis gitu bagi-bagi snack terus ada materi dari bapak Rektor abis gitu tanya jawab, tarus gua tanya pas dah selesai 3 penanyanya tadi suruh maju tuh maen games.. suruh ngomong “cangkir, cengkeh, kencur” 10x yang cepet, seru si kocak ya gitu kepeleset lidah, ngomong kencur kadi cengkur v: abis gitu dapet doorprize deh wkwk.. tapi pas dah di kampus ngambilnya, kelamaan zzZ.. terus ada materi yang kedua sampe malem bingit pokoknya.. mana snack dah abis, terus belum makan malem.. antara laper dan ngantuk berat.. setelah selesai materi langsung makan abis itu ya seperti biasa aturan makannya masih sama terus ngantrinya itu loh ngeselin.. abis itu nyuci piringnya juga ngeselin ngantrinya.. eh kirain  dah boleh istirahat kan udah jam sekitar setengah 12an malem ngantuk bingit.. suruh kumpul di aula lagi bung baris yang rapi.. itu aula semua jendela di tutup dama pintu-pintu juga ditutup.. abis itu kaget gua bapak TNI nya dijendela nakut-nakutin pake suara horor gitu, lah kan gua jadi teriak ampe loncat gua, nyusruk jir v: degdegan.. temen-temen deket gua ya sama gitu juga kaget jir.. yaudah tu gua pindah barisannya nyempil ae di tengah-tengah cari aman wkwk.. terus lampu dimatikan.. muncul dah suara.. eh gataunya suara renungan dah.. kesempatan gua tidur nih.. akhirnya gua tidur aja, orang-orang pada merenung nangis kenceng-kenceng.. gua si dah ngantuk berat.. ada kali sekitar setengah jam mah.. abis itu selesai yodah gua wudhu, witir, tidur deh..
Hari terakhir yeay.. ini yang ditunggu-tunggu.. seperti biasa mandi, sholat subuh, senam, abis itu jalan-jalan ke Bantir Hills.. jauuh bingiittt.. kata bapak TNI nya si sekitar 10 kilometer ampe jebol sepatu gue.. pemandangannya bagus, banyak sayur-sayuran, bunga mawar, daun bawang, pohon cabai, pohon kopi, pohon jambu, alpukat, ampe ada tanaman mirip strauberi tapi ada rongga didalannya gua petik aja rasanya manis.. pokoknya banyak tanaman-tanaman deh cantik tempatnya.. abis itu naik terus ke atas gunung sambil liat pemandangan dibawah sana.. jalanannya bebatuan capek.. pas sampe atas yaudah gua mah mondar mandir aja, liat-liat pemandangan, orang-orang dah sibuk ama hpnya masing-masing, ada yang live streamingan, sibuk foto-foto, bikin video, telfonan sepanjang jalan, wa-an juga kali geh.. gua mah nganggur duduk di atas batu besar, abis gitu bolak-balik lagi liat-liat pemandangan.. ya indah banget liat yang hijau-hijau.. abis gitu foto bersama, terus udah gua bolak balik lagi sendirian kea anak ilang.. terus gua turun lagi, tapi nunggu orang-orang dulu abis gitu balik lagi ke barak.. kasian kaki gua, ama sepatu gua.. terus persiapan sarapan, nunggu dulu.. ngantri lagi.. ya seperti biasa makannya begitu.. lama.. kan kebersamaan ceunah.. tennaonlah.. abis itu upacara penutupan, terus foto bersama TNI AD, setelah itu prepare pulang dehh.. yeaay.. dapet snack buat di bis.. setelah itu berangkaat.. berhenti dulu di masjid, sholat jum’at.. gua sholat dzuhur pas dah nyampe kos jam 2an kali geh.. alhamdulillah sampe dengan selamat.. begitu ceritanya, sekian dan terima kasih :)
#SalamCair
#Formasi2017
Lentera Qur’an 2, 2/3/19