Minggu, 23 Desember 2018

Iman pembeda seorang Hamba

Karantina Tahfidz Qur'an
By. Novita Dwi Puspita

Aku malu.
Disini aku bisa membandingkan diriku yang sebenarnya.
Aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.
Mereka begitu mulia diusianya yang belia.
Berbeda sangat jauh sekali dengan diriku, tidak ada apa-apanya.
Seperti selembar kertas putih yang bersih tanpa goresan tinta, tidak ada isinya.

Ya Allah aku malu.
Kuatkanlah hamba-Mu yang penuh dosa ini.
Mudahkanlah hamba dalam beramal baik, menabung untuk bekal akhirat kelak.
Aku sangat menyayangi keluargaku.
Aku ingin membawanya ke Jannah-Mu.
Ya Allah izinkan aku masuk ke Jannah-Mu bersama keluargaku.

Kumpulkan aku bersama wanita-wanita shalihah pilihan-Mu, sehingga aku bisa belajar bersama mereka.
Aku ingin belajar bersama-sama, tolong jangan biarkan aku sendiri. Aku tak bisa sendirian.
Rangkul diriku dan ajak aku bersamamu ke Taman yang didalamnya terdapat sungai yang mengalir.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Rindu yang Melanda


Rindu yang Melanda
Oleh Novita Dwi Puspita

Ku menulis, agar kau tau apa yang ku rasa
Dengan ini mungkin kau bisa mengerti
Tak seperti yang lain yang mencari keramaian
Semenjak itu, aku lebih suka hidup sendiri
Memang rasanya sepi, tapi itu yang ku suka
Kini yang kulakukan hanya merangkai kata, meski..
Sepanjang apapun ku menulis, kau takkan pernah membacanya
Ya aku tahu betul itu, karena kau berada di dunia yang berbeda
Ah sudahlah, cukup. Lagi-lagi aku seperti ini.
Sungguh, aku hanya sedang merindukanmu
Tidak banyak yang bisa ku lakukan untukmu
Mungkin bisa dikatakan ini sudah terlambat
Tetapi tak apa, walau kau diujung sana
Aku akan tetap menjadi yang kau mau, Ma.

Dunia ini hanya pencitraan, semua tidak sesuai dengan realita
Aku sangat benci dengan dunia, karena dunia telah jahat kepadaku
Semuanya berbohong padaku, aku hanya percaya pada Allah, Tuhanku
Lalu keluargaku yang ku sayang, nenek, kakek, papa, ante, uwa, dan om
Merekalah orang tuaku saat ini, mereka yang terus memberiku nasihat
Aku tidak boleh mengecewakan keluargaku, mereka motivasi terbesarku

Jalanku masih panjang, tolong jangan halangi aku, tegur aku jika aku salah
Aku takkan mampu berdiri sendirian, jika bukan Allah yang menguatkannya
Baktiku untukmu, Ma.